2 min read

Pendalaman Alkitab: Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah

Pendalaman Alkitab: Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah

Oleh Admin β€” 02 Feb 2026

Di dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian, mudah untuk merasa kewalahan. Kita sering menghadapi situasi yang tampaknya tidak dapat diatasi, impian yang terlihat tak terjangkau, dan rintangan yang tampak lebih besar dari hidup. Namun, di dalam inti Injil, kita menemukan janji yang penuh kuasa: "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Lukas 1:37 TB). Ayat ini menjadi mercusuar harapan dan pengingat akan kemungkinan tak terbatas yang ada ketika kita menaruh iman kepada Allah.

Pertimbangkan konteks ayat ini. Ayat ini muncul saat pengumuman kelahiran Yesus, sebuah peristiwa ajaib yang melampaui pemahaman manusia. Maria, seorang perempuan muda, didatangi oleh malaikat yang membawa kabar menakjubkan bahwa ia akan mengandung seorang anak melalui Roh Kudus. Pada saat itu, Maria dihadapkan pada situasi yang mustahil menurut ukuran manusia. Namun, tanggapannya adalah imanβ€”"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38 TB).

Iman Maria menjadi teladan bagi kepercayaan yang seharusnya kita miliki. Ia tidak membiarkan keraguan menutupi janji Allah. Sebaliknya, ia menerima yang mustahil dengan hati terbuka dan sikap yang rela. Hidupnya menjadi bukti kuasa Allah yang mengubah hal biasa menjadi luar biasa.

Saat kita menjalani hidup kita sendiri, kita mungkin menghadapi keadaan yang menguji iman kita. Masalah keuangan, masalah kesehatan, konflik relasi, atau kegagalan dalam karier dapat membuat kita merasa tak berdaya. Namun, ketika kita menyelaraskan perspektif kita dengan kebenaran Lukas 1:37, kita mulai melihat tantangan kita dalam terang yang baru.

Allah adalah ahli dalam hal yang mustahil. Sepanjang Kitab Suci, kita melihat begitu banyak contoh kemampuan-Nya melakukan hal-hal yang tampaknya tak terpikirkan. Ia membelah Laut Teberau, meruntuhkan tembok Yerikho, dan membangkitkan Yesus dari kematian. Setiap mukjizat menjadi pengingat bahwa keterbatasan kita tidak membatasi kemampuan Allah.

Apa yang terasa mustahil dalam hidupmu? Apakah itu impian yang telah lama kamu kubur, hubungan yang tampak tak dapat dipulihkan, atau situasi yang membuatmu merasa putus asa? Luangkan waktu untuk menyerahkan beban-beban ini kepada Allah. Biarkan Dia bekerja dalam hidupmu. Ketika kita mengundang Allah ke dalam pergumulan kita, kita membuka pintu bagi-Nya untuk melakukan mukjizat.

Kesimpulannya, marilah kita ingat bahwa bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Biarkan kebenaran ini memenuhi hatimu dengan harapan dan keberanian. Seperti Maria, kiranya kita menanggapi panggilan Allah dengan iman, percaya bahwa Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan. Sambutlah yang mustahil, sebab bagi Allah segala sesuatu mungkin. Hari ini, pilihlah untuk percaya kepada Allah yang membuat yang mustahil menjadi mungkin.