2 min read

Pendalaman Alkitab: Percaya kepada Tuhan

Pendalaman Alkitab: Percaya kepada Tuhan

Oleh Admin — 18 Jan 2026

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:7)

Di dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan, panggilan untuk percaya kepada Tuhan berdiri sebagai mercusuar harapan dan kestabilan. Yeremia 17:7 mengingatkan kita bahwa berkat sejati datang bukan hanya dari percaya kepada Allah, tetapi dari menjadikan kepercayaan kita kepada-Nya sebagai dasar hidup kita. Ini adalah perbedaan yang mendalam yang dapat mengubah kehidupan kita sehari-hari.

Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran kita kepada-Nya. Ini adalah pengakuan bahwa meskipun kita mungkin tidak melihat jalan di depan dengan jelas, Allah melihatnya. Dia mengetahui pergumulan kita, kekhawatiran kita, dan keinginan terdalam kita. Ketika kita memilih untuk menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, kita membuka hati kita kepada damai sejahtera yang melampaui segala akal (Filipi 4:7). Damai sejahtera ini tidak bergantung pada keadaan kita, tetapi berakar pada karakter Allah yang setia dan tidak berubah.

Secara praktis, percaya kepada Tuhan dapat terwujud dalam berbagai aspek kehidupan kita. Ketika dihadapkan pada keputusan sulit, daripada hanya mengandalkan penilaian sendiri atau pendapat orang lain, kita dapat mencari petunjuk Allah melalui doa dan firman. Dengan melakukan hal itu, kita menyelaraskan hati kita dengan kehendak-Nya, dan kita dapat yakin bahwa Dia akan meluruskan jalan kita (Amsal 3:5-6).

Selain itu, percaya kepada Tuhan mengubah cara kita menghadapi tantangan. Hidup pasti akan menghadirkan ujian, tetapi ketika kita percaya kepada Allah, kita dapat menghadapi rintangan itu dengan keyakinan. Kita mengerti bahwa Dia adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita, penolong yang sangat terbukti dalam kesesakan (Mazmur 46:2 [TB], dalam TB ayat 1 adalah judul, ayat 2 adalah "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti."). Ini tidak berarti kita akan bebas dari rasa sakit atau kesulitan, tetapi berarti kita tidak akan menghadapinya sendirian. Allah berjalan bersama kita, memberikan kekuatan yang kita butuhkan untuk bertahan.

Berkat dari percaya kepada Tuhan juga meluas ke dalam hubungan kita. Ketika kita menjadi teladan dalam percaya kepada Allah, kita menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Iman kita dapat menjadi kesaksian yang kuat bagi orang di sekitar kita, mendorong mereka untuk bersandar kepada-Nya dalam hidup mereka sendiri. Dalam masyarakat yang sering mengedepankan kemandirian, kepercayaan kita kepada Tuhan dapat bersinar terang, menerangi jalan bagi orang lain untuk menemukan harapan dan damai sejahtera di dalam-Nya.

Hari ini, mari kita merenungkan hidup kita sendiri dan mempertimbangkan di mana kita mungkin masih menahan kepercayaan kita dari Tuhan. Adakah area di mana kita mencoba mengendalikan hasilnya? Apakah kita membiarkan ketakutan menentukan keputusan kita? Mari kita meluangkan waktu untuk menyerahkan beban-beban itu kepada-Nya, merangkul berkat yang datang dari percaya kepada Dia yang selalu setia.

Ketika kita menjalani hari ini, mari kita membawa kebenaran ini dalam hati kita: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Kiranya kita menjadi orang-orang yang tidak hanya percaya kepada-Nya, tetapi juga menjadikan kepercayaan kita sebagai kesaksian atas kebaikan dan kesetiaan-Nya dalam hidup kita.