Pendalaman Alkitab: Percaya kepada Hikmat, Bukan kepada Diri Sendiri
Oleh Admin — 18 Feb 2026
Di dunia yang sering mengedepankan kemandirian dan individualisme, hikmat yang terdapat dalam Amsal 28:26 menjadi pengingat yang kuat tentang pentingnya mencari petunjuk di luar pengertian kita sendiri. Ayat tersebut berkata, "Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat." Ini secara singkat merangkum sebuah kebenaran yang mendalam: hati kita dapat menipu kita, tetapi hikmat membawa kepada keselamatan.
Banyak dari kita pernah mengalami saat-saat di mana kita hanya mengandalkan penilaian kita sendiri, namun akhirnya tersesat atau mengalami masalah. Hati bisa menjadi penuntun yang menyesatkan, dipengaruhi oleh emosi, keinginan, dan pikiran yang berlalu begitu saja. Ketika kita percaya pada naluri kita sendiri tanpa dasar hikmat, kita berisiko membuat keputusan bodoh yang dapat membawa penyesalan dan kesakitan. Hal ini sangat relevan di masa-masa ketidakpastian, di mana hiruk-pikuk dunia dapat menenggelamkan suara kebenaran yang lembut dan kecil.
Berjalan dengan bijak, seperti yang disarankan oleh firman Tuhan, melibatkan pencarian aktif akan pengetahuan dan pengertian. Itu berarti mencari nasihat dari orang-orang bijak, membenamkan diri dalam Firman Allah, dan mempertimbangkan pilihan kita dengan doa. Hikmat bukan hanya tentang mengetahui apa yang benar; tetapi juga tentang menerapkan pengetahuan itu dengan cara yang sejalan dengan kehendak Allah.
Dalam kehidupan modern, kita menghadapi begitu banyak pilihan yang dapat memengaruhi hubungan, karier, dan perjalanan rohani kita. Tekanan dari media sosial, cepatnya laju kehidupan, dan berbagai pendapat yang kita temui dapat mengaburkan penilaian kita. Namun, Amsal mendorong kita untuk menolak godaan bersandar pada pengertian kita sendiri. Sebaliknya, kita dipanggil untuk berjalan dalam hikmat—hikmat yang didasarkan pada iman, kerendahan hati, dan ajaran Kitab Suci.
Untuk benar-benar melepaskan diri dari jerat kehidupan, kita harus membina hati yang mencari kehendak Allah di atas kehendak kita sendiri. Ini berarti menyerahkan keinginan dan ambisi kita kepada-Nya dan percaya bahwa rencana-Nya bagi kita lebih besar daripada rencana kita sendiri. Ketika kita melakukan ini, kita dapat mengalami damai sejahtera yang datang dari mengetahui bahwa kita selaras dengan tujuan ilahi.
Saat Anda menjalani hari Anda, luangkan waktu untuk merenungkan di mana Anda mungkin bersandar pada pengertian Anda sendiri. Apakah ada keputusan yang sedang Anda hadapi yang membutuhkan hikmat di luar diri Anda? Carilah petunjuk Tuhan melalui doa, nasihat dari sahabat yang dapat dipercaya, dan hikmat yang terdapat dalam Firman-Nya. Ingatlah, hikmat sejati membawa kepada keselamatan. Mari kita memilih untuk berjalan dengan bijak dan percaya kepada Tuhan, sebab Dialah sumber utama petunjuk dan kekuatan dalam hidup kita.