Pendalaman Alkitab: Mempercayai Tuntunan Allah dalam Langkah-Langkah Sehari-hari
Oleh Admin — 29 Des 2025
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidup berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. (Mazmur 37:23-24)
Dalam kehidupan kita yang serba cepat dan seringkali kacau, mudah bagi kita untuk merasa tidak yakin tentang arah yang kita tuju. Kita mungkin mendapati diri kita berada di persimpangan di mana keputusan terasa begitu berat, atau kita menghadapi tantangan tak terduga yang mengguncang kepercayaan diri kita. Namun, Mazmur 37 mengingatkan kita akan kebenaran yang mendalam: langkah-langkah kita ditetapkan oleh TUHAN.
Bayangkan seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan. Setiap langkahnya masih goyah dan tidak pasti, namun orang tuanya berdiri dekat, siap menangkap jika ia terjatuh. Gambaran ini dengan indah melukiskan hubungan kita dengan Allah. Dia bukan hanya mengetahui setiap langkah kita, tetapi juga terlibat secara aktif dalam menuntun kita di jalan yang telah Dia tetapkan bagi kita. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita dapat melangkah maju dengan damai, mengetahui bahwa kita tidak sendirian dalam perjalanan ini.
Kata "menetapkan" berarti lebih dari sekadar menuntun; itu mengandung makna dasar yang kokoh. Allah meletakkan jalan bagi kita, menciptakan jalan yang sejalan dengan kehendak-Nya yang sempurna. Ini tidak berarti hidup akan tanpa rintangan atau kita tidak akan pernah tersandung. Bahkan, firman Tuhan mengakui bahwa meskipun kita jatuh, kita tidak akan sampai tergeletak. Akan ada saat-saat kita tersandung, kehilangan pijakan, namun betapa menghibur mengetahui bahwa Bapa yang penuh kasih menopang kita dengan tangan-Nya.
Secara praktis, bagaimana kita menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari? Pertama, kita harus berusaha menyelaraskan keinginan dan keputusan kita dengan Firman Tuhan. Doa secara rutin dan merenungkan firman akan menolong kita membedakan kehendak-Nya dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan-Nya. Kedua, kita perlu terbuka terhadap pimpinan Roh Kudus. Kadang-kadang, Allah menuntun kita melalui dorongan lembut atau rasa damai terhadap suatu keputusan. Mempercayai dorongan-dorongan ini dapat menuntun kita ke jalan yang telah Dia siapkan.
Terakhir, ketika kita mengalami kegagalan atau kemunduran, ingatlah bahwa itu bukanlah akhir. Setiap kejatuhan adalah kesempatan untuk bertumbuh dan belajar. Allah memakai pergumulan kita untuk membentuk kita, mengajarkan ketahanan, dan membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Setiap kali kita bangkit kembali, kita mengalami kesetiaan dan anugerah-Nya dengan cara yang lebih dalam.
Jadi hari ini, saat Anda melangkah dalam tanggung jawab dan hubungan Anda, ingatlah bahwa TUHAN yang menetapkan langkah-langkah Anda. Percayalah pada tuntunan-Nya, andalkan kekuatan-Nya, dan bersukacitalah dalam perjalanan yang telah Dia siapkan bagi Anda. Dengan setiap langkah, Anda dipegang oleh Dia yang berkenan atas jalan Anda. Biarlah kebenaran ini menginspirasi Anda untuk melangkah maju dengan keberanian dan keyakinan.