2 min read

Pendalaman Alkitab: Membina Hati, Bukan Melukainya

Pendalaman Alkitab: Membina Hati, Bukan Melukainya

Oleh Admin — 26 Feb 2026

Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Efesus 6:4, TB)

Di dunia yang seringkali lebih mengagungkan kekerasan daripada kelembutan, panggilan bagi para ayah untuk membina anak-anak mereka adalah sebuah tantangan sekaligus kehormatan. Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, menekankan tanggung jawab yang mendalam yang ada di hati para ayah di mana pun. Ini adalah pengingat bahwa peran kita bukan sekadar untuk menyediakan, tetapi untuk menciptakan lingkungan di mana kasih berkembang dan amarah mereda.

Pikirkanlah implikasi ayat ini dalam konteks masa kini. Para ayah saat ini seringkali ditarik ke berbagai arah—tuntutan pekerjaan, tekanan sosial, dan pergumulan pribadi dengan mudah menciptakan suasana frustrasi dan ketegangan. Namun, di tengah tantangan-tantangan ini, Firman Tuhan memanggil kita untuk menjadi orang tua yang sengaja dalam membimbing. Kita dipanggil untuk membimbing anak-anak kita dengan kesabaran, pengertian, dan kasih karunia, menghindari tindakan yang membangkitkan amarah dan kebencian.

Apa artinya membangkitkan amarah di hati anak-anak kita? Itu bisa muncul dalam berbagai bentuk: kata-kata kasar, harapan yang tidak masuk akal, atau mengabaikan kebutuhan emosional mereka. Ketika kita gagal mendengarkan atau mengabaikan perasaan mereka, kita berisiko menyebabkan luka yang bisa bertahan seumur hidup. Sebaliknya, kita dipanggil untuk membina mereka—menumbuhkan jiwa mereka, mendorong impian mereka, dan mengajarkan nilai-nilai iman kita dengan kelembutan.

Membina bukan berarti kita menghindari disiplin atau arahan. Sebaliknya, disiplin yang berakar pada kasih sangatlah penting. Ini tentang menetapkan batasan dengan belas kasih dan membantu anak-anak kita memahami konsekuensi dari tindakan mereka dengan cara yang membangun pembelajaran, bukan ketakutan. Nasihat Tuhan adalah tentang memimpin dengan teladan, menunjukkan kepada anak-anak kita pentingnya integritas, kebaikan, dan pengampunan.

Secara praktis, membina dapat diwujudkan dengan menyediakan waktu untuk percakapan yang bermakna, mendengarkan dengan sungguh-sungguh kekhawatiran mereka, dan terlibat dalam kegiatan yang membangun kedekatan. Ini tentang merayakan pencapaian mereka, sekecil apa pun, dan menyediakan ruang yang aman bagi mereka untuk mengekspresikan emosi mereka.

Saat kita merenungkan Efesus 6:4, mari kita ingat bahwa anak-anak kita memperhatikan kita dengan saksama. Mereka belajar tentang kasih, kepercayaan, dan iman melalui tindakan kita. Ketika kita mewujudkan prinsip-prinsip Tuhan dalam pola asuh kita, kita tidak hanya membimbing mereka, tetapi juga memberi teladan hubungan dengan Allah yang otentik dan mengundang.

Hari ini, mari kita berkomitmen menjadi ayah yang membangun, bukan memancing amarah. Mari kita jalani peran ini dengan kerendahan hati dan hati yang penuh kasih. Dunia mungkin menantang kita, tetapi dengan kekuatan Tuhan, kita dapat membina anak-anak kita dengan cara yang membawa sukacita, damai sejahtera, dan pada akhirnya, hubungan yang lebih dalam dengan-Nya. Bersama-sama, kita dapat membangun warisan iman yang akan diteruskan anak-anak kita dalam kehidupan mereka sendiri.