Pendalaman Alkitab: Kuasa Kasih dalam Pernikahan
Oleh Admin — 03 Feb 2026
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, mudah bagi kita untuk melupakan panggilan mendalam untuk mengasihi yang terdapat dalam Efesus 5:25. Ayat ini menantang suami untuk mengasihi istrinya sama seperti Kristus telah mengasihi jemaat. Ini bukan sekadar anjuran; ini adalah perintah ilahi yang membawa tanggung jawab besar dan janji akan perubahan.
Mengasihi seperti Kristus berarti memahami kedalaman kasih yang berkorban. Kasih Kristus itu tanpa syarat, tidak mementingkan diri sendiri, dan mengubahkan. Ia tidak mengasihi jemaat karena kesempurnaannya, tetapi memilih untuk mengasihi meskipun ada kekurangannya. Di dunia saat ini, di mana hubungan seringkali bersifat transaksional atau bersyarat, kasih seperti ini adalah sesuatu yang revolusioner. Ini memanggil kita untuk melihat melampaui diri sendiri dan kebutuhan kita, untuk merangkul hati yang melayani.
Pikirkanlah implikasi dari perintah ini. Mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat berarti mendahulukan kebutuhan mereka di atas kebutuhan kita sendiri. Ini menuntut kita untuk memperhatikan kesejahteraan emosional, rohani, dan fisik mereka. Ini menantang kita untuk menjadi pemimpin dalam kasih, membina istri kita dan mendorong mereka dalam perjalanan hidup. Kasih seperti ini bersifat aktif; ia berusaha untuk mengangkat, mendukung, dan memberdayakan.
Secara praktis, seperti apa kasih ini? Artinya meluangkan waktu untuk mendengarkan. Artinya hadir, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Artinya mengakui impian dan ketakutan mereka, serta tetap setia mendampingi mereka melalui tantangan hidup. Artinya menciptakan lingkungan di mana istri Anda merasa aman dan dihargai. Inilah kasih yang sabar dan murah hati, tidak mudah marah atau menyimpan dendam.
Lebih dari itu, mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat juga melibatkan komitmen untuk bertumbuh. Sama seperti Kristus terus bekerja dalam jemaat untuk menguduskan dan mengangkatnya, suami dipanggil untuk bertumbuh bersama istrinya. Ini bisa berarti mencari nasihat bersama, berdoa bersama, dan menghadapi masalah yang muncul dengan kasih karunia dan pengertian.
Saat kita merangkul panggilan ini, kita harus ingat bahwa kasih bukan hanya perasaan; kasih adalah pilihan dan tindakan. Kasih adalah keputusan setiap hari untuk menyerahkan hidup kita bagi pasangan, sama seperti Kristus telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita.
Di dunia yang sering mengutamakan kepentingan diri sendiri, mari kita menjadi berbeda. Mari kita mewujudkan kasih yang mencerminkan karakter Kristus. Saat kita melakukannya, kita tidak hanya memperkaya pernikahan kita sendiri, tetapi juga menjadi kesaksian akan kasih Allah di dunia yang sangat membutuhkannya.
Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan bagaimana Anda dapat mengasihi istri Anda dengan lebih dalam. Tindakan nyata apa yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkan kasih Kristus dalam pernikahan Anda? Ingatlah, dalam setiap tindakan kasih, Anda tidak hanya menghormati pasangan Anda, tetapi juga menghormati Allah.