2 min read

Pendalaman Alkitab: Kesetiaan Allah

Pendalaman Alkitab: Kesetiaan Allah

Oleh Admin — 23 Jan 2026

Tetapi Tuhan adalah setia, Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. (2 Tesalonika 3:3)

Di dunia yang serba cepat saat ini, kita sering merasa kewalahan oleh ketidakpastian dan ketakutan. Tantangan yang kita hadapi—baik dalam kehidupan pribadi, dalam hubungan, maupun di dunia secara umum—dapat membuat kita merasa rentan dan cemas. Namun, di tengah segala kekacauan ini, kita memiliki janji yang mendalam dari Kitab Suci: "Tuhan adalah setia."

Apa artinya Allah itu setia? Itu berarti Dia tidak berubah, dapat diandalkan, dan teguh. Karakter-Nya tidak berubah berdasarkan keadaan atau perasaan kita. Ketika kita menaruh kepercayaan kepada-Nya, kita tidak bersandar pada emosi yang sementara atau solusi yang sesaat; kita bersandar pada kebenaran kekal tentang siapa Dia. Kesetiaan Allah meyakinkan kita bahwa Ia akan meneguhkan dan memelihara kita.

Ditopang berarti diletakkan dengan kokoh, berakar dan berdasar. Di dunia di mana segala sesuatu tampak berubah dan bergeser, hubungan kita dengan Allah memberikan dasar yang teguh. Ketika kita menghadapi pencobaan, daripada terombang-ambing oleh ketakutan dan keraguan, kita dapat berdiri teguh dalam pengetahuan bahwa Allah sedang bekerja di dalam dan melalui kita. Ia membentuk karakter kita dan mempersiapkan kita untuk pekerjaan baik yang telah Ia tetapkan bagi kita.

Selain itu, janji perlindungan Allah terhadap yang jahat sangat penting bagi perjalanan rohani kita. Kita hidup di dunia di mana hal-hal negatif, godaan, dan keputusasaan melimpah. Musuh berusaha meruntuhkan iman kita dan menjauhkan kita dari kebenaran Allah. Namun, kita dapat menemukan penghiburan dengan mengetahui bahwa Allah adalah pembela kita. Ia menjaga kita, menuntun kita dengan aman melalui badai kehidupan.

Secara praktis, bagaimana kita memegang janji ini? Pertama, kita harus membangun kebiasaan berdoa dan bersekutu dengan Allah. Dengan rutin mencari hadirat-Nya, kita dapat mengalami kesetiaan-Nya secara langsung. Kita dapat menemukan kekuatan dalam Firman-Nya, yang mengingatkan kita akan janji-janji-Nya dan meyakinkan kita akan kehadiran-Nya.

Selanjutnya, kita harus mengelilingi diri dengan sesama orang percaya yang dapat menguatkan dan mengingatkan kita akan kesetiaan Allah ketika kita lupa. Komunitas sangat penting dalam perjalanan iman kita. Kita tidak dimaksudkan untuk berjalan sendiri; kita membutuhkan satu sama lain untuk menjaga pandangan kita tetap tertuju pada kebenaran.

Akhirnya, mari kita ingat untuk memuji Allah atas kesetiaan-Nya. Dalam saat-saat ragu atau takut, luangkan waktu untuk mengingat kembali saat-saat Ia telah setia dalam hidupmu. Praktik ini tidak hanya memperkuat iman kita, tetapi juga memungkinkan kita membagikan kesaksian kepada orang lain, memuliakan Allah dan menguatkan orang-orang di sekitar kita.

Saat kamu menjalani harimu, peganglah kebenaran bahwa "Tuhan adalah setia." Ia akan meneguhkan dan memelihara kamu terhadap yang jahat. Percayalah pada janji-janji-Nya, dan biarkan kesetiaan-Nya menjadi jangkar dalam setiap badai.