Pendalaman Alkitab: Kasih Setia Allah
Oleh Admin — 28 Jan 2026
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Ratapan 3:22-23 (TB)
Di dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan yang begitu cepat, ada satu hal yang selalu dapat kita andalkan: kasih setia Allah yang tak pernah gagal. Kitab Ratapan ditulis pada masa kesedihan dan keputusasaan besar bagi bangsa Israel, namun di tengah penderitaan itu, nabi Yeremia merenungkan kasih setia TUHAN. Kasih ini bukan sekadar emosi yang sesaat; melainkan kekuatan yang tetap dan tidak tergoyahkan yang menopang kita melewati tantangan hidup.
Setiap hari, kita menghadapi pergumulan baru—baik itu ujian pribadi, konflik dalam hubungan, maupun beban persoalan dunia. Semua hal ini sering membuat kita merasa kewalahan dan tersesat. Namun, janji yang terdapat dalam Ratapan mengingatkan kita bahwa kasih dan rahmat Allah bukan hanya hadir, tetapi diperbarui setiap pagi. Setiap matahari terbit membawa kesempatan baru untuk mengalami anugerah-Nya. Apa pun kesulitan yang kita hadapi, kita dapat menemukan penghiburan dalam mengetahui bahwa kasih Allah tetap setia.
Renungkanlah makna kebenaran ini dalam kehidupan sehari-harimu. Ketika engkau bangun, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan rahmat baru yang Allah sediakan hari ini. Mungkin itu adalah kesempatan untuk mengampuni seseorang yang telah menyakitimu, peluang untuk memulai kembali dalam suatu hubungan, atau sekadar anugerah hari baru untuk menjalani tujuan hidupmu. Setiap pagi, saat matahari terbit, kasih Allah menantimu, mengundangmu untuk melangkah di dalamnya.
Selain itu, ungkapan "besar kesetiaan-Mu" menjadi pengingat yang kuat akan dapat diandalkannya Allah. Kita mungkin goyah, kita mungkin menjauh, tetapi Allah tetap setia. Janji-janji-Nya tidak berubah oleh keadaan kita. Saat kita merasa tidak layak atau jauh, Dia tetap ada, siap merangkul kita dengan tangan terbuka. Kesetiaan ini tidak bergantung pada perbuatan kita; melainkan berakar pada sifat-Nya sendiri.
Saat engkau menjalani harimu, biarlah pengetahuan akan kasih setia Allah mengubah cara pandangmu. Ketika menghadapi ujian, ingatlah bahwa rahmat-Nya selalu baru dan tersedia bagimu. Biarkan kasih-Nya memenuhi hatimu, sehingga engkau pun dapat membagikan kasih dan rahmat yang sama kepada orang lain. Dengan demikian, engkau menjadi terang pengharapan di dunia yang sangat membutuhkannya.
Mari kita pegang teguh kepastian ini: kasih setia TUHAN tak berkesudahan. Sambutlah rahmat baru yang Ia berikan setiap pagi, dan bersukacitalah dalam kesetiaan-Nya yang besar. Hari ini adalah hari yang baru, penuh dengan kemungkinan tak terbatas yang berakar pada kasih Allah yang tak berubah.