Pendalaman Alkitab: Kasih Seperti Kristus
Oleh Admin — 03 Jan 2026
Dalam Efesus 5:25, kita dipanggil untuk mengasihi secara mendalam dan transformatif: "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." Ayat ini menjadi pengingat yang kuat akan kedalaman kasih yang seharusnya mewarnai hubungan kita, terutama dalam pernikahan. Mengasihi seperti Kristus berarti merangkul kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, rela berkorban, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi pasangan kita.
Di dunia modern yang serba cepat ini, konsep kasih seringkali menjadi kabur. Kita mungkin menyamakan kasih dengan emosi sesaat atau tindakan romantis, padahal kasih yang dicontohkan Kristus jauh lebih dalam. Itu adalah komitmen yang melampaui perasaan; itu adalah pilihan yang kita buat setiap hari. Kasih Kristus kepada jemaat tidak didasarkan pada bagaimana jemaat memperlakukan-Nya atau pada emosi yang sementara. Sebaliknya, itu adalah komitmen yang teguh dan tidak goyah, bahkan di tengah penolakan dan penderitaan.
Sebagai suami, kita dipanggil untuk mencerminkan kasih seperti ini dalam pernikahan kita. Ini berarti mengutamakan kebutuhan dan kesejahteraan istri di atas kepentingan kita sendiri, seperti yang Kristus lakukan bagi kita. Ini menuntut kita untuk hadir, mendengarkan, dan memahami. Kasih seperti ini bukan hanya tentang pernyataan besar, tetapi diwujudkan dalam momen-momen sehari-hari—melalui tindakan kebaikan, kata-kata yang membangun, dan kesediaan untuk menanggung beban bersama.
Renungkan bagaimana kasih Kristus ditandai dengan kerendahan hati dan pelayanan. Ia membasuh kaki para murid-Nya, suatu tugas yang biasanya dilakukan oleh hamba yang paling rendah. Dengan melakukan itu, Ia memberi teladan bagi kita. Sebagai suami, kita harus bertanya pada diri sendiri: Bagaimana kita dapat melayani istri kita hari ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk menguatkan dan mendukung mereka dalam perjalanan hidupnya? Kasih itu aktif; ia menuntut kita untuk terlibat dan sengaja dalam tindakan kita.
Selain itu, mengasihi seperti Kristus berarti mau mengampuni. Sama seperti Kristus mengampuni kita atas segala kekurangan kita, kita pun harus memberi anugerah kepada istri saat mereka melakukan kesalahan. Di dunia yang sering menyimpan dendam dan menghitung kesalahan, kita dipanggil pada standar yang lebih tinggi, yaitu mencerminkan kasih dan pengampunan tanpa syarat yang kita terima dari Kristus.
Pada akhirnya, mengasihi istri kita seperti Kristus mengasihi jemaat tidak hanya akan memperkuat pernikahan kita, tetapi juga menjadi kesaksian yang kuat tentang kasih Allah di dunia. Hubungan kita dapat memantulkan keindahan Injil ketika kita berkomitmen untuk mengasihi dengan tidak mementingkan diri sendiri, rela berkorban, dan setia.
Hari ini, mari kita berusaha untuk mewujudkan kasih seperti ini. Jadilah suami yang mencerminkan hati Kristus, bukan hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam tindakan. Kiranya kita memilih untuk mengasihi dengan sungguh-sungguh, melayani dengan rendah hati, dan mengampuni dengan tulus, semuanya demi kemuliaan Allah.