2 min read

Pendalaman Alkitab: Kasih dalam Perbuatan

Pendalaman Alkitab: Kasih dalam Perbuatan

Oleh Admin — 30 Des 2025

Lakukanlah segala sesuatu dengan kasih. (1 Korintus 16:14)

Di dunia yang serba cepat dan seringkali kacau ini, mudah bagi kita untuk melupakan perintah sederhana namun mendalam yang terdapat dalam 1 Korintus 16:14. Rasul Paulus mendorong kita agar setiap tindakan yang kita lakukan dipenuhi dengan kasih. Instruksi ini bukan sekadar saran; ini adalah panggilan untuk mewujudkan inti iman kita di dalam Kristus.

Ketika kita memikirkan kasih dalam konteks kehidupan sehari-hari, kasih menjadi prinsip yang menuntun hubungan kita, pekerjaan kita, bahkan interaksi kita dengan orang asing. Kasih bukan hanya perasaan; kasih adalah pilihan dan tindakan yang dapat mengubah hal-hal biasa menjadi luar biasa. Setiap kali kita memilih untuk merespons dengan kebaikan, kesabaran, atau pengertian, kita sedang memenuhi perintah ini.

Bayangkan memulai setiap hari dengan niat untuk membiarkan kasih menuntun tindakanmu. Bagaimana itu akan mengubah interaksimu di rumah? Mungkin kamu akan mendekati pasangan atau anak-anakmu dengan lebih penuh anugerah, memilih untuk mendengarkan daripada bereaksi. Di tempat kerja, membiarkan kasih mengarahkan sikapmu dapat membangun suasana kolaborasi dan dukungan, bukan persaingan dan perselisihan. Bahkan di tempat umum, sebuah senyuman atau kata-kata yang ramah dapat mengangkat hari seseorang, menunjukkan kekuatan kasih di tengah masyarakat kita.

Kasih juga merupakan penawar yang ampuh terhadap kepahitan dan perpecahan yang sering mewarnai masyarakat kita. Di dunia yang penuh dengan perselisihan, kita dipanggil untuk menjadi agen persatuan dan damai. Dengan membiarkan kasih menuntun percakapan dan interaksi kita, kita dapat meruntuhkan tembok dan membangun jembatan. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain melalui kasih, kita mencerminkan hati Kristus, yang mengasihi kita tanpa syarat dan dengan pengorbanan.

Namun, penting untuk diingat bahwa kasih tidak selalu mudah. Kasih menuntut kerendahan hati, kesabaran, dan kadang-kadang keberanian untuk mengampuni. Akan ada saat-saat ketika kasih kita diuji—ketika kita merasa tidak dihargai atau diabaikan. Pada saat-saat seperti itu, kita dapat memperoleh kekuatan dari teladan kasih yang sejati: Yesus Kristus. Dia mengasihi kita bahkan ketika kita tidak layak dikasihi, menunjukkan bahwa kasih sejati bertahan dan menanggung segala sesuatu.

Saat kamu menjalani harimu, luangkan waktu untuk merenungkan motivasimu. Apakah tindakanmu berakar pada kasih? Jika kamu menemukan ada area yang kurang, mintalah pertolongan Tuhan agar Dia memenuhi hatimu dengan kasih, sehingga kasih itu melimpah dalam segala yang kamu lakukan. Ingatlah, kasih bukan hanya emosi; kasih adalah kekuatan aktif yang dapat mengubah hidup, termasuk hidupmu sendiri.

Hari ini, lakukanlah segala sesuatu dengan kasih. Jadikan itu mantramu, doamu, dan misimu. Kamu mungkin akan terkejut dengan dampaknya, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi hatimu dan jiwamu sendiri. Biarkan kasih yang menuntun jalanmu.