2 min read

Pendalaman Alkitab: Hidup dalam Hadirat-Nya

Pendalaman Alkitab: Hidup dalam Hadirat-Nya

Oleh Admin — 15 Jan 2026

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada. (Kisah Para Rasul 17:28)

Ketika kita menavigasi kompleksitas kehidupan modern, sangat mudah untuk merasa kewalahan oleh tuntutan rutinitas harian kita. Kita bergegas dari satu tugas ke tugas lain, sering kali melupakan sumber kekuatan dan tujuan kita. Kebenaran yang mendalam yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 17:28 mengingatkan kita bahwa keberadaan kita berakar pada Allah. Dia bukan sekadar bagian dari hidup kita; Dia adalah inti dari hidup kita.

Ketika Rasul Paulus mengucapkan kata-kata ini kepada orang-orang Athena, ia menekankan bahwa hidup itu sendiri dipelihara oleh Allah. Sama seperti ikan tidak dapat hidup di luar air, kita pun tidak dapat bertumbuh tanpa Pencipta kita. Setiap napas yang kita hirup, setiap langkah yang kita ambil, adalah bukti kuasa pemeliharaan-Nya. Di dalam Dia kita menemukan identitas dan tujuan kita.

Di dunia yang sering mengedepankan kemandirian dan ketergantungan pada diri sendiri, kita harus ingat bahwa kebebasan dan kepenuhan sejati datang dari pengakuan akan ketergantungan kita kepada Allah. Ini berarti mengundang Dia dalam setiap aspek hidup kita. Ketika kita bangun di pagi hari, kita seharusnya memulai hari dengan doa, mengakui kedaulatan-Nya atas rencana kita. Saat menjalani aktivitas sehari-hari, kita hendaknya mencari tuntunan-Nya dalam setiap keputusan, besar maupun kecil.

Pikirkan bagaimana pola pikir ini mengubah cara kita menghadapi tantangan. Ketika kita menghadapi kesulitan, alih-alih hanya mengandalkan kekuatan sendiri, kita dapat bersandar kepada Dia yang adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita (Mazmur 46:2 [TB], "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti."). Ketika kita menghadapi ketidakpastian, kita dapat menemukan damai sejahtera dengan mengetahui bahwa Dia memegang masa depan kita di tangan-Nya. Hidup dalam kesadaran akan hadirat-Nya memungkinkan kita menjalani hidup dengan keyakinan, mengetahui bahwa kita tidak pernah sendiri.

Lebih dari itu, berakar di dalam Dia memberdayakan kita untuk melayani sesama. Saat kita mengalami kasih dan anugerah-Nya, kita dipanggil untuk membagikan kasih yang sama kepada orang-orang di sekitar kita. Di tempat kerja, keluarga, dan komunitas kita, kita dapat menjadi saluran terang-Nya, membawa harapan dan penguatan bagi mereka yang mungkin merasa tersesat atau hancur. Hidup kita menjadi cerminan kebaikan-Nya, dan tindakan kita bergema dengan kebenaran bahwa kita diciptakan untuk relasi—dengan Dia dan dengan sesama.

Hari ini, mari kita meluangkan waktu sejenak untuk berhenti dan merenungkan kenyataan bahwa di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada. Biarlah kebenaran ini menjadi jangkar dalam kehidupan kita sehari-hari. Saat kita menghadapi kesibukan dan tantangan dunia ini, kiranya kita tetap sadar akan hadirat-Nya, menarik kekuatan dan tujuan dari Dia. Mari kita hidup sebagai mereka yang sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus, melangkah maju dengan keberanian dan kasih karunia, serta melayani sesama dengan kasih yang telah kita terima.

Ingatlah, Anda bukan sekadar hidup; Anda hidup di dalam Dia. Hiduplah dalam kebenaran ini hari ini.