Pendalaman Alkitab: Harga Sejati dari Keuntungan
Oleh Admin — 22 Des 2025
Di dunia yang terus-menerus mendorong kita untuk mengejar kesuksesan materi, kekayaan, dan status, kita sering menemukan diri kita di persimpangan jalan. Pertanyaan yang diajukan Yesus dalam Markus 8:36 sangat menggema: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?" Pertanyaan yang mendalam ini menantang kita untuk merenungkan prioritas kita dan makna sejati dari kesuksesan.
Kita hidup di zaman di mana pencapaian lahiriah dirayakan. Media sosial memperkuat pengejaran ini, menampilkan kehidupan yang penuh kemewahan, prestasi, dan keinginan yang tak berkesudahan. Namun, di tengah hiruk-pikuk ini, kita harus bertanya pada diri sendiri: Apa yang benar-benar penting? Apakah kita mengorbankan damai sejahtera, hubungan, bahkan kesehatan rohani kita demi keuntungan yang sementara?
Dalam mengejar cita-cita duniawi, kita sering mengabaikan harga yang harus dibayar oleh jiwa kita. Usaha tanpa henti untuk meraih kesuksesan dapat menyebabkan kelelahan, kecemasan, dan keterputusan dari hal-hal yang benar-benar penting. Perkataan Yesus mengingatkan kita bahwa hidup tidak diukur dari harta benda atau penghargaan, melainkan dari keadaan hati kita dan hubungan kita dengan Allah.
Saat kita menjalani kehidupan sehari-hari, sangat penting untuk menyelaraskan ambisi kita dengan nilai-nilai kekal. Apa gunanya memiliki segala sesuatu yang ditawarkan dunia jika kita kehilangan tujuan hidup dan kebenaran kekal akan kasih Allah? Dalam Matius 6:19-21, Yesus menasihatkan, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
Inti dari ajaran ini sangat jelas: harta sejati kita terletak pada hubungan kita dengan Allah dan dampak yang kita berikan kepada sesama. Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan yang dapat membawa kita lebih dekat kepada-Nya atau menjauh. Kita dapat memilih untuk menginvestasikan waktu dan energi kita dalam mengasihi sesama, mencari keadilan, dan hidup dengan integritas. Investasi seperti ini menghasilkan dividen kekal, memperkaya jiwa kita jauh melebihi keuntungan duniawi apa pun.
Saat Anda merenungkan ayat hari ini, pertimbangkan apa yang sedang Anda kejar dalam hidup Anda sendiri. Apakah tujuan Anda selaras dengan kehendak Allah? Apakah Anda memelihara roh Anda, atau justru terjebak dalam pengejaran kesuksesan materi yang tiada henti? Luangkan waktu untuk berdoa dan mencari tuntunan Allah. Mintalah Dia menunjukkan area di mana Anda mungkin telah mengorbankan jiwa Anda demi keuntungan yang sementara.
Ingatlah, kepuasan sejati datang dari mengenal Kristus dan menjalani tujuan-Nya dalam hidup Anda. Pilihlah hari ini untuk memprioritaskan kesejahteraan jiwa Anda, dan biarkan hal itu menuntun Anda dalam setiap keputusan yang Anda buat. Pada akhirnya, bukan apa yang kita peroleh di dunia ini yang mendefinisikan kita, melainkan bagaimana kita memilih untuk hidup dan mengasihi sesuai dengan kehendak Allah.