2 min read

Pendalaman Alkitab: Bertekun dalam Kebaikan

Pendalaman Alkitab: Bertekun dalam Kebaikan

Oleh Admin — 06 Feb 2026

Di dunia yang serba cepat ini, sangat mudah untuk menjadi lelah. Tuntutan kehidupan sehari-hari, tantangan yang kita hadapi, dan ketidakadilan yang kita saksikan dapat membebani hati kita. Namun, di tengah semua ini, Rasul Paulus mengingatkan kita dalam 2 Tesalonika 3:13, "Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik." Perintah sederhana ini membawa implikasi yang mendalam bagi hidup kita saat ini.

Berbuat baik tidak selalu mudah. Kita mungkin menghadapi kekecewaan ketika usaha kita tampak tidak diperhatikan atau tidak dihargai. Mungkin kita meluangkan waktu untuk melayani tetapi melihat sedikit perubahan. Mungkin kita menunjukkan kebaikan kepada seseorang yang merespons dengan acuh tak acuh. Dunia terkadang terasa seperti tempat di mana perbuatan baik tidak mendapat balasan, dan hati kita menjadi lelah dalam mengejar kebenaran.

Namun, kita harus ingat bahwa panggilan untuk berbuat baik tidak bergantung pada hasil langsung atau pengakuan. Itu adalah mandat ilahi. Setiap tindakan kebaikan, setiap momen pelayanan, setiap kata penguatan, semuanya berkontribusi pada permadani kebaikan yang sedang ditenun Allah di dunia ini. Ketika kita memilih untuk berbuat baik, kita sedang mencerminkan karakter Kristus, yang "Ia yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik" (Kisah Para Rasul 10:38).

Kita dapat menemukan kekuatan dalam mengetahui bahwa usaha kita berarti bagi Allah. Galatia 6:9 menguatkan kita dengan janji ini: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Ayat ini menegaskan bahwa ada tuaian yang menanti bagi mereka yang tekun berbuat baik. Itu mungkin tidak selalu terlihat atau langsung, tetapi kesetiaan kita akan menghasilkan buah pada waktunya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencari kesempatan untuk berbuat baik, baik melalui tindakan kecil maupun komitmen pelayanan yang lebih besar. Kita bisa menjadi terang di kegelapan seseorang, tangan yang membantu mengangkat orang lain, atau suara yang menguatkan. Dalam momen-momen inilah kita menemukan tujuan dan sukacita, bahkan di tengah kelelahan.

Saat kita merasa kewalahan dan tergoda untuk menyerah, mari kita datang kepada Allah dalam doa. Mintalah kepada-Nya untuk memperbarui kekuatanmu dan memenuhi dirimu dengan roh ketekunan-Nya. Kelilingi dirimu dengan sesama orang percaya yang dapat menguatkanmu dan mengingatkanmu akan pentingnya ketekunan dalam berbuat baik. Bersama-sama, kita dapat saling menguatkan dan terus bersinar terang di dunia yang sangat membutuhkan terang Kristus.

Ingatlah, berbuat baik bukan sekadar tugas; itu adalah gaya hidup. Mari kita berkomitmen untuk terus maju, mengetahui bahwa Allah melihat usaha kita dan berjanji bahwa jerih payah kita tidak sia-sia. Saat kita memilih untuk berbuat baik, kita menjadi bejana kasih dan anugerah-Nya, membawa dampak bagi dunia di sekitar kita. Jadi hari ini, janganlah menjadi lelah. Sambutlah panggilan untuk berbuat baik dengan semangat yang baru, dan lihatlah bagaimana Allah memakai kesetiaanmu untuk kemuliaan-Nya.