2 min read

Pendalaman Alkitab: Berlari dengan Tekun

Pendalaman Alkitab: Berlari dengan Tekun

Oleh Admin — 09 Des 2025

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, kita sering kali mendapati diri kita terjebak dalam pusaran ekspektasi, tanggung jawab, dan berbagai distraksi. Tekanan untuk berhasil, untuk mengikuti perkembangan, dan untuk meraih pencapaian dapat membebani hati dan pikiran kita. Di tengah kekacauan ini, firman dari Ibrani 12:1 menjadi pengingat yang mendalam: "Marilah kita berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Ayat ini mengundang kita untuk memasuki sebuah perjalanan—sebuah perlombaan yang unik bagi masing-masing kita. Sama seperti atlet yang berlatih tanpa lelah untuk kompetisi mereka, kita pun dipanggil untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan hidup. Perlombaan yang terbentang di depan kita tidak selalu mudah; bisa saja penuh dengan rintangan, kelelahan, dan saat-saat keraguan. Namun, justru di saat-saat seperti inilah kita harus ingat untuk bersandar pada iman dan kekuatan yang Allah sediakan.

Ketekunan bukan hanya tentang ketahanan fisik; ia juga mencakup ketahanan emosional dan rohani kita. Ketekunan adalah tentang terus melangkah maju meski jalan terasa terjal dan tenaga mulai menipis. Alkitab mendorong kita untuk "menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita." Ia mengajak kita untuk mengenali beban dan distraksi dalam hidup yang menghambat kemajuan kita dan melepaskannya. Proses ini membutuhkan refleksi diri dan keberanian, tetapi pada akhirnya membuka jalan menuju kebebasan dan kejelasan.

Saat kita menjalani perlombaan ini, kita tidak sendirian. Kita dikelilingi oleh "saksi-saksi yang sangat besar jumlahnya"—mereka yang telah mendahului kita, yang telah menghadapi ujian mereka sendiri dan bertahan dalam iman. Kisah mereka menginspirasi kita, mengingatkan bahwa ketekunan mungkin dilakukan melalui Kristus yang memberi kita kekuatan. Kita dapat memandang kepada Yesus, "yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan." Ia telah memberi teladan ketekunan yang tiada banding, menghadapi salib dengan tekad yang teguh demi sukacita yang disediakan bagi-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mewujudkan semangat ketekunan ini dengan menetapkan pandangan pada tujuan kita dan tetap teguh dalam doa serta firman Tuhan. Ketika kita fokus pada garis akhir, kita memperoleh perspektif baru atas pergumulan yang sedang kita hadapi. Kita dapat menemukan pengharapan dalam janji bahwa perlombaan yang kita jalani tidak sia-sia; itu berkontribusi pada pertumbuhan dan kesaksian kita.

Biarlah hari ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah maju itu berarti. Baik Anda sedang menghadapi ujian pribadi, tantangan dalam relasi, maupun hambatan di dunia kerja, berkomitmenlah untuk berlari dengan ketekunan. Bersandarlah pada kekuatan yang Allah berikan dan percayalah bahwa Dia menyertai Anda di setiap langkah. Jalani perlombaan ini dengan keyakinan bahwa itu membawa pada tujuan yang lebih besar dan hubungan yang lebih dalam dengan-Nya.

Jadi, kenakanlah sepatu Anda. Tarik napas dalam-dalam. Dan ingatlah, Anda bukan sekadar berlari; Anda sedang bertumbuh, belajar, dan semakin mendekati garis akhir yang telah Allah tetapkan bagi Anda.