2 min read

Pendalaman Alkitab: Berjalan dengan Iman, Bukan dengan Apa yang Kelihatan

Pendalaman Alkitab: Berjalan dengan Iman, Bukan dengan Apa yang Kelihatan

Oleh Admin — 28 Apr 2026

Di dunia yang serba cepat dan dipenuhi oleh visual ini, sangat mudah untuk terpesona oleh apa yang dapat kita lihat dan sentuh. Seringkali kita mengandalkan bukti yang nyata untuk mengambil keputusan, dan kepercayaan diri kita goyah ketika kita tidak dapat melihat hasil yang kita inginkan. Namun, dalam 2 Korintus 5:7, kita diingatkan bahwa "sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." Pernyataan yang mendalam ini mengajak kita untuk merenungkan inti dari perjalanan iman kita dan kekuatan yang diberikannya di masa-masa yang tidak pasti.

Berjalan dalam iman berarti mempercayai janji-janji Allah bahkan ketika keadaan tampak suram. Ini berarti percaya kepada yang tidak kelihatan dan merangkul pengharapan di dunia yang sering terasa kacau dan tak terduga. Sama seperti orang Israel dipanggil untuk melangkah ke Sungai Yordan sebelum sungai itu terbelah (Yosua 3:15-17), kita pun didorong untuk melangkah maju meskipun jalan di depan tampak tertutup.

Pikirkan kisah Abraham, yang meninggalkan negerinya tanpa mengetahui ke mana Allah akan membawanya (Kejadian 12:1-4). Perjalanannya tidak ditentukan oleh apa yang dapat ia lihat, tetapi oleh kepercayaan yang ia letakkan pada janji-janji Allah. Abraham menjadi teladan iman yang melampaui apa yang kelihatan, mengingatkan kita bahwa terkadang lompatan iman terbesar terjadi ketika kita tidak dapat melihat tujuannya.

Dalam hidup kita sendiri, kita mungkin menghadapi saat-saat di mana iman kita diuji. Mungkin Anda sedang menghadapi hubungan yang sulit, ketidakpastian pekerjaan, atau tantangan kesehatan. Godaannya adalah untuk terpaku pada rintangan di depan mata, membiarkan ketakutan berakar. Namun, ketika kita memilih untuk berjalan dalam iman, kita mengangkat pandangan di atas keadaan kita saat ini dan berfokus pada karakter Allah yang tidak berubah. Ia setia, dan rencana-Nya bagi kita adalah baik—bahkan ketika rencana itu masih tersembunyi dari pandangan kita.

Berjalan dalam iman juga mengundang kita untuk menjadi peserta aktif dalam pekerjaan Allah. Ini mendorong kita untuk melangkah dalam ketaatan, mengetahui bahwa Ia memperlengkapi kita untuk setiap tantangan yang kita hadapi. Saat kita percaya kepada-Nya, kita menjadi saksi hidup atas kasih karunia dan kebaikan-Nya. Iman kita dapat menginspirasi orang lain, menunjukkan bahwa ada cara yang berbeda untuk menghadapi ujian hidup.

Saat Anda menjalani hari ini, ingatlah bahwa iman bukanlah ketiadaan keraguan, melainkan keputusan untuk percaya kepada Allah meskipun ada keraguan. Lepaskan kebutuhan untuk melihat seluruh tangga sebelum Anda melangkah pertama kali. Rangkullah perjalanan iman, dengan mengetahui bahwa setiap langkah membawa Anda lebih dekat kepada hati Allah.

Hari ini, renungkanlah area dalam hidup Anda di mana Anda terlalu mengandalkan apa yang kelihatan. Mintalah kepada Allah agar Anda dapat berjalan dalam iman, melihat melampaui keadaan saat ini, dan percaya pada rencana-Nya yang sempurna. Saat Anda melakukannya, Anda akan menemukan kekuatan, damai sejahtera, dan keyakinan bahwa Anda tidak pernah sendirian dalam perjalanan ini.