2 min read

Pendalaman Alkitab: Berjalan dalam Keadilan dan Kasih Setia

Pendalaman Alkitab: Berjalan dalam Keadilan dan Kasih Setia

Oleh Admin — 27 Des 2025

Di dunia yang penuh dengan kekacauan dan ketidakpastian, salah satu pertanyaan paling mendalam yang dapat kita tanyakan pada diri sendiri adalah apa artinya hidup yang benar-benar memuliakan Allah. Mikha 6:8 memberikan kita jawaban yang jelas dan kuat, yang menyatakan, “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

Ayat ini merangkum inti panggilan kita sebagai orang percaya. Tidak cukup hanya mengaku beriman; kita harus secara aktif mewujudkan prinsip keadilan, kasih setia, dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari. Bagian pertama dari ayat ini, “berlaku adil,” mengingatkan kita bahwa tindakan kita penting. Keadilan bukan hanya cita-cita yang tinggi; itu adalah inti dari karakter Allah. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memperjuangkan apa yang benar, membela yang tertindas, dan memastikan keadilan ditegakkan di komunitas kita. Ini bisa berarti bersuara melawan ketidakadilan, mendukung kelompok yang terpinggirkan, atau sekadar memperlakukan orang lain dengan hormat dan martabat.

Selanjutnya, kita diperintahkan untuk “mencintai kesetiaan.” Kasih setia lebih dari sekadar tindakan sesaat; itu adalah sikap yang kita tumbuhkan di dalam hati. Di dunia yang sering lebih menghargai kekuasaan dan kesuksesan daripada belas kasihan, menunjukkan kasih setia bisa menjadi sesuatu yang revolusioner. Ini bisa sesederhana memberikan senyuman kepada orang asing, membantu mereka yang membutuhkan, atau mendengarkan teman yang sedang terluka. Kasih setia itu kuat karena mencerminkan kasih Allah kepada kita. Ketika kita menunjukkan kasih setia, kita bukan hanya menjalankan kewajiban; kita sedang memantulkan hati Allah kepada orang-orang di sekitar kita.

Akhirnya, panggilan untuk “hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu” adalah pengingat akan hubungan kita dengan-Nya. Kerendahan hati memungkinkan kita menyadari bahwa kita bukanlah pusat alam semesta. Ini mengundang kita untuk mencari tuntunan Allah dalam hidup dan mengandalkan kekuatan-Nya, bukan kekuatan kita sendiri. Berjalan dengan Allah berarti senantiasa berkomunikasi dengan-Nya, mencari kehendak-Nya, dan berusaha menyesuaikan hidup kita dengan tujuan-Nya.

Saat kita menjalani kehidupan sehari-hari, marilah kita ingat bahwa iman kita bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga kesaksian di hadapan publik. Dunia perlu melihat keadilan, kasih setia, dan kerendahan hati dalam tindakan nyata. Kita dipanggil menjadi tangan dan kaki Yesus, menunjukkan kasih dan kebenaran-Nya secara nyata.

Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan bagaimana Anda dapat mewujudkan prinsip-prinsip ini dalam hidup Anda. Adakah area di mana Anda dapat menegakkan keadilan? Bagaimana Anda dapat menunjukkan kasih setia kepada orang-orang di sekitar Anda? Dan dalam segala hal, sudahkah Anda berjalan dalam kerendahan hati, menyadari kebutuhan Anda akan tuntunan Allah?

Marilah kita berusaha untuk hidup sesuai Mikha 6:8, sehingga hidup kita menjadi kesaksian akan kebaikan Allah di dunia yang sangat membutuhkan terang-Nya.