2 min read

Pendalaman Alkitab: Berjaga-jagalah dan Berdoalah

Pendalaman Alkitab: Berjaga-jagalah dan Berdoalah

Oleh Admin — 05 Feb 2026

Di dunia yang serba cepat dan penuh distraksi ini, panggilan untuk "berjaga-jaga dan berdoa" semakin relevan. Dalam Matius 26:41, Yesus menasihati kita, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Perintah yang sederhana namun mendalam ini memegang kunci untuk menghadapi ujian dan tantangan hidup.

Pencobaan adalah bagian yang tak terelakkan dari pengalaman manusia. Ia mengintai di setiap sudut, sering kali tersamar dalam aktivitas sehari-hari kita. Entah itu godaan untuk mengorbankan integritas di tempat kerja, memelihara kepahitan dalam hubungan, atau terjerumus dalam kebiasaan buruk, kita terus-menerus dihadapkan pada pilihan yang dapat menjauhkan kita dari tujuan sejati kita. Instruksi Yesus untuk berjaga-jaga dan berdoa menjadi strategi ganda untuk mengatasi tantangan ini.

“Berjaga-jaga” berarti waspada dan sadar akan lingkungan sekitar kita. Ini menuntut kita untuk secara aktif menilai pengaruh dalam hidup kita, mengenali saat-saat ketika kita paling rentan. Adakah lingkungan atau situasi tertentu yang mendorong kita pada pencobaan? Mungkin itu adalah pergaulan yang mendorong perilaku negatif atau kurangnya pertanggungjawaban yang membuat kita mudah menyimpang dari nilai-nilai kita. Dengan bersikap sadar dan memperhatikan, kita dapat mengenali pemicu ini dan mengambil langkah proaktif untuk menghindarinya.

Bagian kedua dari perintah Yesus, yaitu “berdoa,” sama pentingnya. Doa adalah jalur langsung kita kepada Allah, tempat kita dapat menyampaikan pergumulan dan memohon kekuatan. Dalam doa, kita menemukan kejelasan, hikmat, dan keberanian untuk melawan pencobaan. Ketika kita terhubung dengan Allah melalui doa, kita diingatkan akan janji-janji-Nya dan dikuatkan oleh Roh-Nya. Doa kita juga dapat menjadi syafaat bagi orang lain yang sedang bergumul, menciptakan komunitas dukungan yang menguatkan kita semua.

Dalam kehidupan modern, mudah bagi kita untuk mengandalkan pengertian dan kemampuan sendiri, tetapi Yesus mengingatkan bahwa kita tidak sendirian dalam pergumulan kita. Kita harus bersandar kepada-Nya, memohon petunjuk dan kekuatan untuk menghadapi pencobaan sehari-hari. Ketika kita membiasakan diri untuk berjaga-jaga dan berdoa, kita membangun ketahanan rohani. Kita belajar mengenali cara-cara halus pencobaan masuk ke dalam hidup kita dan merespons dengan iman, bukan ketakutan.

Marilah kita meluangkan waktu hari ini untuk merenungkan hidup kita. Pencobaan apa yang sedang kita hadapi? Bagaimana kita dapat lebih waspada dalam pikiran dan tindakan kita? Jadikan doa sebagai prioritas, bukan hanya sebagai respons saat terdesak. Sisihkan waktu di sepanjang hari untuk berbicara dengan Allah, memohon pertolongan dan petunjuk-Nya.

Saat kita berjaga-jaga dan berdoa, kita semakin mendekat pada hidup yang Allah panggil untuk kita jalani—hidup yang ditandai dengan integritas, sukacita, dan tujuan. Ingatlah, setiap langkah kecil menuju kewaspadaan dan doa adalah langkah menjauh dari pencobaan dan mendekat pada hubungan yang lebih dalam dengan Pencipta kita. Mari kita jalani praktik yang penuh kuasa ini, percaya bahwa Allah menyertai kita dalam setiap tantangan yang kita hadapi.